2025/01/01 by Siregar, Reva Lina Pratiwi, Nurhasanah, Ramadani Syahfitri Tanjung +1
Social Sciences · #Marriage and Family Dynamics #Gender and Women's Rights #Qur’anic Interpretation Studies
paper · doi:10.17605/osf.io/v8sja
English: This article discusses the position and philosophical wisdom of dowry (mahar) in Islamic marriage law. It explains mahar as a mandatory right of the wife, its legal foundation in the Qur’an and Hadith, and its role in strengthening responsibility, affection, and household stability. Using a juridical-normative method, this study analyzes classical and contemporary fiqh sources to highlight that mahar represents respect for women, prevents arbitrary divorce, reflects a husband’s sincerity, and supports socio-economic and spiritual harmony in marriage. Bahasa Indonesia: Artikel ini membahas kedudukan dan hikmah filosofis mahar dalam hukum perkawinan Islam. Mahar dijelaskan sebagai hak wajib istri, dasar hukumnya dalam Al-Qur’an dan hadis, serta perannya dalam memperkuat tanggung jawab, kasih sayang, dan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan menelaah sumber fikih klasik dan kontemporer. Hasilnya menunjukkan bahwa mahar merupakan bentuk penghormatan kepada perempuan, pencegah perceraian sewenang-wenang, tanda kesungguhan suami, serta pendukung harmoni sosial-ekonomi dan spiritual dalam pernikahan.